Tolak Ukur Pendidikan di Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, memohon semua pihak tidak untuk berdebat perihal penyelenggaraan ujian nasional (UN) . Menurutnya, UN tetaplah harus dilangsungkan.

Tetapi, ujarnya, tolak ukur penyelenggaraan UN tak lagi buat tentukan standard kelulusan seorang. Namun, buat mengukur tingkat pendidikan di satu propinsi.

” (UN, -red) Tak krusial diulas. Yang wajib dibangunkan maksud UN sesungguhnya menurut mengerti saya jangan sampai jadikan tolok ukur kelulusan, namun UN itu buat membikin road map pendidikan nasional biar tak ada kepincangan, ” kata Mahyudin, sehabis mengerjakan pemasyarakatan empat pilar di GOR Bulutangkis Kecamatan Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, Rabu (20/3/2019) .

Ia memaparkan, rata-rata nilai siswa kala ikuti UN bisa digunakan buat mengukur sejauh manakah pemerataan pendidikan di semuanya lokasi. Ia mengatakan, standard pendidikan di tiap-tiap lokasi mesti sama.

” Itu tak krusial dibicarakan, namun mesti ada pelajari apa lewat UN atau melalui langkah beda biar pendidikan di Indonesia sama rata. Urgensi itu pemerataan pendidikan bukan bicara UN atau mungkin tidak, ” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menyoroti, mesti belajar sepanjang 9 tahun. Ia menilainya, program pemerintah di sektor pendidikan itu udah ketinggal era.

” Kita udah hendak memutuskan mesti belajar dalam Undang-Undang Basic 1945 9 tahun. 9 tahun itu pendidikan basic yg di tanggung negara oleh sebab itu ini udah ketinggal era udah kadaluwarsa harusnya dinaikkan sekurang-kurangnya 12 tahun, ” ujarnya.

Selayaknya, ujarnya, mesti belajar itu ditingkatkan hingga sarjana di strata 1 atau sekurang-kurangnya hingga lulus SMA atau 12 tahun meniti pendidikan.

” Jadi, negara mensubsidi pendidikan itu dari pendidikan sangat basic hingga sarjana, bila tak, bangsa tak pintar-pintar. Pendidikan itu sekurang-kurangnya 12 tahun, jadi pribadi saya ingin pendidikan basic itu ditingkatkan tak 9 tahun kembali mesti 12 tahun, itu sekurang-kurangnya, ” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *