Toko Elektronika Laris Manis Diserbu Warga Gresik

Beberapa puluh masyarakat menggeruduk salah satunya kios pedagang barang elektronika di Blok R-8, Pasar Kota, Jalan Samanhudi, Kecamatan Kota, tempo hari. Mereka geram sebab terasa ditipu oleh pegawai toko serta minta uangnya dikembalikan.

“Mereka awalannya memberi iming-iming hadiah. Sesudah kami kunjungi nyatanya saya diwajibkan menebus barang elektronik yang lain yang harga nya tidak lumrah. Waktu itu kami tidak dapat menampik sebab mereka rapi dalam beroperasi,” kata Suyanti, customer asal Jalan Akim Kayat yang turut meluruk kios.

Kehadiran beberapa puluh orang customer itu mengundang perhatian anggota Polsek Kota serta Satpol PP Kabupaten Gresik. Mereka lalu turut mendatangi kios yang disebut. Akan tetapi setiba di tempat, nyatanya kios itu telah ditutup oleh pegawainya.

Menurut Lestari, masyarakat Desa Dahanrejo, ia memang jadi salah satunya korban. Waktu itu ia hadir ke pasar serta tangannya ditarik oleh salah satunya pegawai toko elektronik. Pegawai bernama Budi tawarkan ia hadiah juicer atau jus.

Akan tetapi untuk membawa pulang jus itu, ia mesti membayar Rp 2,4 juta. Walau sebenarnya harga jus dengan merk yang sama cuma sejumlah Rp 500 ribu.

“Saya seakan terserang hipnotis. Karena, saya disuruh mengambil uang ke rumah ingin. Bahkan juga sampai pinjam tetangga,” tutur wanita yang akrab dipanggil Tari itu.

Disebutkan, dianya baru mengerti terserang tindakan penipuan sesampainya di dalam rumah. Lihat perihal ini ia berupaya untuk lakukan memprotes ke toko elektronik akan tetapi tidak disikapi.

“Kata pegawai toko, saya telah bersedia tanda-tangan serta terima barang hingga tidak ada yang dirugikan,” tuturnya.

Kurang senang dengan jawaban pegawai toko, Lestari lalu memberikan laporan perihal ini pada pengelola pasar Gresik. Ia didapati staf UPT Pasar Kota, Harsono.

Baca: Cara Membaca Nilai Resistor

Pada Lestari, Harsono menyebutkan telah ada sebagian orang lainnya yang memberikan laporan perihal ini padanya. Ia juga menindaklanjuti laporan dengan mendatangi toko elektronik yang disebut.

“Kami telah peringatkan pegawai toko untuk selekasnya geser. Mereka pun bersedia geser dalam tempo dekat,” katanya.

Sebab tidak ada titik temu, pada akhirnya Lestari berinisiatif melapor ke Polsek Kota. Dari data awal yang sukses dikumpulkan oleh polisi sekurang-kurangnya telah ada 4 korban yang terasa tertipu dengan tindakan penipuan berkedok jual beli elektronik ini.

Kanit Binmas Polsek Kota, Bripka Aidil menuturkan, jumlahnya 4 orang pelapor sesuai dengan data yang masuk. Sesudah terima laporan, ia mendatangi toko yang disebut. Akan tetapi, di tempat toko dalam kondisi tertutup serta semua pegawainya mendadak menghilang.

“Kami hadir ke sini cuma menanggapi jumlahnya aduan penduduk atas pendapat masalah penipuan jual beli barang elektronik. Sekarang ini kami akan lakukan penyidikan adakah unsur tindak pidana ataukah tidak. Karena banyak masyarakat yang menyalahkan,” pungkas Bripka Aidil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *