Tiga Sekolah Dasar di Gianyar Tak Ikut USBN

Implementasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun ini tinggal 1bulan . Akan tetapi di Kabupaten Gianyar ada tiga sekolah basic yg tak punyai siswa kelas enam, hingga tak ikuti implementasi USBN. Hal semacam itu diterangkan Kepala Sektor Pendidikan SD serta SMP, Disdikpora Gianyar, Ni Ketut Astini terhadap Bali Express (Jawa Pos Kelompok) , Senin (18/3) .

“Di Kabupaten Gianyar ada tiga sekolah basic yg tak punyai kelas enam, salah satunya SDN 4 Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, SD Sri Ganesa Sukawati serta SDN 6 Lodtunduh, Kecamatan Ubud, ” terangnya.

Astini menyampaikan, USBN tahun ini diagendakan bakal terjadi sepanjang tiga hari, mulai Senin (22/4) sampai Rabu (24/4) tahun 2019. Mata pelajaran yg di-test salah satunya Bahasa Indonesia, Matematika, serta IPA. Jadi, ujarnya, ke-tiga sekolah basic yg tak punyai siswa kelas enam, tak dapat ikuti USBN, namun belajar seperti biasa.

Kepala Sekolah SDN 6 Lodtunduh, Ubud, I Nyoman Nawa membetulkan soal itu. Menurut dia, tahun ini memang tak ada kelas satu serta kelas enam. Hingga sekarang, keseluruhan banyaknya siswa yg berada pada sekolah itu sejumlah 34 siswa, terdiri atas kelas dua sejumlah 11 orang, kelas tiga 6 orang, kelas empat sejumlah 7 orang, serta kelas lima sejumlah 9 orang. Siswa yg bersekolah di SD itu biasanya datang dari Banjar Gelogor, Desa Lodtunduh, Ubud.

“Kami pernah mencari pemecahan lewat rapat berbarengan komite sekolah, orang-tua siswa, kades, serta kepala dusun. Udah dibuatkan zonasi, namun tetap harus banyaknya siswa dikit, ” ujarnya.

Pria asli Banjar Penestanan, Desa Sayan, Ubud ini pun mengatakan, kala penerimaan siswa tahun yang kemarin, yg mendaftarkan kelas satu cuma tiga orang. Akan tetapi baru tiga hari sekolah, orang tuanya menempatkan anaknya ke sekolah beda. “Waktu itu orang tuanya ada. Mereka menyebutkan kasihan anaknya cuma bertiga di kelas. Walaupun saya udah jabarkan kalau pelahjarannya sama, tetap harus mereka menempatkan anaknya ke luar zonasi, ” jelas Nawa.

Pihaknya udah melapor ke Disdikpora Gianyar, akan tetapi diperintah terus menjalankan pekerjaan jadi guru serta kepala sekolah. “Dinas telah mengetahui, namun diperintah terus jalan, ” ujarnya .

Walaupun jumlah dikit, pihaknya terus menyertakan siswanya di tiap-tiap perlombaan, seperti lomba kekawin, masatua Bali, serta perlombaan di sektor akademik. Sejumlah salah satunya sukses menggapai juara. “Piala yg berjejer di rack kaca merupakan bukti kesuksesan siswa sekolah ini, ” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *